Berita

Perusahaan IUPHHK-HA berukuran sedang maju dalam penilaian skema sertifikasi grup FSC

February 6, 2015

Untuk yang pertama kalinya di Indonesia dua perusahaan IUPHHK-HA berukuran sedang maju dalam penilaian sertifikasi grup pada tanggal 19-25 Januari 2015, dengan menggunakan Standar FSC® dan NEPCon LegalSource™. Penilaian tersebut mencakup inspeksi lapangan terhadap PT BINA OVIVIPARI SEMESTA and PT KANDELIA ALAM, yang mengelola hutan bakau di Kalimantan Barat. Penilaian tersebut juga mengevaluasi kinerja manajer grup, yaitu APCS (Asia Pacific Consulting Solutions), yang juga dikenal sebagai PT. Pandu Maha Wana. NEPCon -lembaga sertifikasi terakreditasi FSC- mempersiapkan dan melaksanakan penilaian dengan tim auditor dari Indonesia dan internasional. Keputusan sertifikasi diharapkan akan dapat diperoleh dalam tiga bulan ke depan. The Borneo Initiative dan WWF Indonesia telah memainkan peran penting dengan ikut serta dalam mendanai dan melatih anggota grup.

Stakeholder Meeting

Staf dari dua perusahaan tersebut dipersiapkan dengan baik menjelang penilaian dengan panduan Direktur Utama mereka Ir. Fairus Mulia, yang memiliki pengalaman internasional lebih dari 35 tahun dalam mengelola perusahaan IUPHHK-HA terutama ekosistem hutan bakau. Manajer grup, APCS, berharap akan ada lebih banyak lagi konsesi berukuran sedang yang akan mengikuti jejak PT BINA OVIVIPARI SEMESTA dan PT KANDELIA ALAM dan mengambil keuntungan dari bantuan yang disediakan oleh The Borneo Initiative dan WWF Indonesia. Dengan adanya grup sertifikasi, nantinya sebagian besar audit akan dilaksanakan oleh tim audit internal dari manajer grup. Untuk kedepannya, diharapkan hanya akan ada satu sampel grup saja yang akan diaudit oleh auditor eksternal NEPCon. Hal ini akan dapat mengurangi biaya sertifikasi FSC, yang besarnya sangat signifikan bagi perusahaan IUPHHK-HA berukuran medium di Indonesia. FSC adalah Forest Stewardship Council, didirikan pada tahun 1994, yang memiliki merek dagang yang cukup terkenal yang memberikan kepastian kepada konsumen bahwa produk yang memiliki merek dagang ini berasal dari hutan dengan pengelolaan yang baik ataupun gabungan dari sumber-sumber yang bersertifikat dan terkendali.

Proses penilaian tersebut sekarang berada di tahap pembuatan laporan yang akan mencakup peer review dan konsultasi tambahan dengan para stakeholder. Setelah anggota dan manajer grup memeriksa laporan tersebut, ringkasan laporan akan dirilis untuk publik. Saat ini tidak ada pernyataan publik mengenai perolehan sertifikasi FSC®, dikarenakan semua persyaratan dan prosedur dari sertifikasi NEPCon dan FSC harus dilengkapi terlebih dahulu. Standar terperinci yang digunakan selama pengujian termasuk FSC standard for the Republic of Indonesia (FSC-STD-IDN-01-01-2013), FSC standard for group entities in forest management groups (FSC-STD-30-005_V1), FSC Controlled Wood Standard for Forest Management Enterprises (FSC-STD-30-010 V2), NEPCon Chain of Custody Standard for Forest Management Enterprises (Versi 1, September 2014) dan NEPCon LegalSource™ standard (Versi 1, Februari 2013). Catatan saran dan kebijakan tambahan oleh FSC akan diamati. Penilaian tersebut juga termasuk konsultasi yang dihadiri oleh stakeholder publik.

Posted in Forest Management
TOP