Berita

Bahaya Kantong Plastik

May 19, 2019

Sebagian besar penduduk dunia pasti pernah menggunakan kantong plastik dalam kehidupan sehari-harinya. Hal ini dikarenakan kantong plastik sangat efisien dan terhitung murah biayanya jika dibandingkan dengan menggunakan kantong kertas atau kain. Namun tahukah anda, bahwa plastik yang efisien saat digunakan akan menjadi sangat mematikan saat menjadi sampah?

Berikut kami rangkum sejumlah bahaya dari plastik, antara lain:

Memicu Perubahan Iklim
Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi semakin memanas. Sumber material kantong plastik yang terbuat dari minyak bumi, yang merupakan sumber daya alam tak terbarukan, mengakibatkan pencemaran lingkungan di negara-negara berkembang karena limbah pabriknya dibuang ke sungai dan pembakaran gas metana mengakibatkan emisi karbon ke udara.

Berbahaya bagi Manusia
Kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia karena racun pada kantong plastik bisa berpindah ke makanan.

Terurai Sangat Lama

Kantong plastik (dan jenis plastik lainnya) sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian. Kantong plastik yang diklaim ramah lingkungan pun akan terurai lama dan tetap akan menjadi sampah. Terlebih lagi karena sifatnya yang cepat terurai menjadi mikro plastik, akan lebih mudah untuk mencemari lingkungan.

Mencemari Lingkungan
Kantong plastik merupakan barang sekali pakai dengan kegiatan pasca-konsumsi yang tidak bertanggung jawab. Kantong plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan:

  • tersumbatnya selokan dan badan air;
  • termakan oleh hewan;
  • rusaknya ekosistem di sungai dan laut;

Karena sampah plastik (khususnya kantong plastik) tidak dikelola dengan bertanggung jawab, hal ini menyebabkan Indonesia “dituduh” sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia (Jambeck et al, 2015).

Sering kita melihat berita penemuan bangkai hewan laut yang mati terdampar di pantai atau terapung di tengah laut. Saat di otopsi ternyata di dalam perutnya terdapat sejumlah besar sampah plastic yang ada di lautan seperti kantong plastic, plastic pembungkus snack, sampai sampah plastik untuk industri. Mereka mungkin mengganggap bahwa sampah plastik ini adalah makanan, namun ternyata itu yang menyebabkan kematiannya.

Sangat disayangkan jika biota-biota laut ini ikut menanggung akibat dari aksi tidak bertanggungjawab manusia. Maka dari itu mulailah untuk meminimalisir pemakaian plastik dalam kehidupan sehari-hari. Siapkan kantong belanjaan anda sendiri dari rumah. Mari wujudkan bumi yang lebih ramah untuk semua mahkluk.

 

Sumber : Dietkantongplastik, penulis

Posted in
TOP