Berita

Sistem Grup APCS telah tersertifikasi di Indonesia

May 31, 2016

PT Pandu Maha Wana, yang dikenal dengan nama Asia Pacific Consulting Solutions (APCS), dengan bangga mengumumkan penyelesaian yang sukses atas proses penilaian penuh dalam pengembangan suatu system sertifikasi grup, secara global, namun secara khusus di dalam Indonesia. Dengan meraih sertifikasi Forest Stewardship Council® (License Code:  FSC-C125356) untuk pengelolaan hutan dan lacak balak (NC-FM/COC-021270), kayu terkontrol (NC-CW/FM-021270) dan NEPCon LegalSourceTM (NC-LS-021270) kami telah menciptakan suatu system sertifikasi grup dengan pendekatan internal bertahap yang akan memberikan penghargaan kepada anggota saat mereka menuju sertifikasi pengelolaan hutan FSC® sepenuhnya. Kami ingin berterima kasih kepada The Borneo Initiative (TBI) dan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia yang mendorong dan mendukung kami untuk melanjutkan system, dan khususnya anggota pendiri kami yang telah menerima pencakupan dengan 3 sertifikat; PT Bina Ovivipari Semesta (PT BIOS) and PT Kandelia Alam (PT Klia).

Fokus keanggotaan saat ini akan berada pada konsesi hutan alam 60,000 hektar dan lebih kecil (tetapi tidak mengecualikan wilayah yang lebih besar), dengan sub-grup potensial untuk perkebunan dan hutan komunitas di masa yang akan datang ketika system berkembang dan kami menjadi lebih kuat. Pelamar baru akan menjalani evaluasi lapangan dan kantor yang intens setelah mereka menyerahkan aplikasi dan membayar biaya pendaftaran awal (tanpa harus melalui penilaian awal oleh lembaga sertifikasi/certification body (CB)) yang akan mengevaluasi pengoperasian mereka terhadap standar-standar berikut:

  • LegalSource standard (V1)
  • NEPCon CoC Standard for FME 19Dec14
  • FSC-STD-30-010 V2-0
  • FSC-STD-50-001 V1-2
  • FSC-STD-30-005 V1-0

Setelah menyelesaikan evaluasi ini, anggota baru pada awalnya akan ditugaskan terhadap satu dari kategori anggota berikut; Uncertified Member, LegalSource, FSC CW/FM atau FSC FM/COC. Sebuah rencana pelatihan akan dikembangkan secara khusus untuk tiap anggota berdasarkan level pencapaian sertifikasi yang ingin mereka capai. Saat mereka maju ke titik dimana mereka dapat bertemu dengan standar lebih tinggi dari tempat penugasan mereka sekarang, mereka akan dinaikkan hingga level selanjutnya yang lebih tinggi untuk memperoleh keuntungan pasar dari kategori sertifikasi khusus. Selain minimal dua (2) audit internal tahunan oleh APCS, tiap anggota akan diaudit oleh NEPCon, juga tiap tahun, untuk memastikan bahwa tiap anggota telah sesuai dengan standar yang diberlakukan untuk kategori keanggotaan mereka. Selain itu, tiap anggota secara otomatis akan menerima diskon atas layanan lain yang ditawarkan oleh APCS, apabila mereka membutuhkan dan ingin menggunakannya, yang bagaimanapun juga bukan merupakan persyaratan kenaggotaan grup, hanya sebuah manfaat tambahan.

Kelemahan signifikan dari system sertifikasi grup manapun ialah bahwa ia sama kuatnya dengan anggotanya yang terlemah, sehingga akan selalu ada resiko dimana anggota tunggal yang tidak dapat sesuai dengan standar dapat membahayakan status sertifikasi semua anggota. System Grup APCS secara signifikan mengurangi resiko terjadinya hal ini dengan memungkinkan penurunan satu anggota yang tidak lagi dapat menyesuaikan dengan standar untuk kategori keanggotaan yang ditugaskan kepada mereka seperti yang ada dalam audit internal atau CB. Mereka akan diturunkan ke level terendah berikutnya yang dapat mereka sesuaikan untuk memastikan sertifikasi anggota lainnya tidak terganggu. Cara ini akan memberikan kesempatan bagi suatu Forest Management Enterprise (FME) untuk bekerja memperbaiki ketidaksesuaian dengan kecepatan yang sesuai dengan kemampuan mereka sambal mempertahankan beberapa level sertifikasi.

Selain system grup yang unik, anggota pendiri kamu juga sama-sama unik. PT BIOS dan PT Klia merupakan perusahaan pengelolaan hutan bakau pertama secara global yang bersertifikat FSC meskipun banyak pihak yang meragukannya. Bagaimanapun juga, selama penilaian mereka menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan komitmen mereka terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan dan praktek-praktek terbaik, tidak hanya dalam pengelolaan hutan bakau alam, namun juga dalam keikutsertaannya dengan APCS untuk membuat kesuksesan terhadap system grup yang unik ini sehinggan perusahaan lain di Indonesia dapat memiliki akses terhadap sertifikasi hutan dengan pengurangan biaya yang signifikan.

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:

Loy Jones, Managing Director                        ljones@apcs-pmw.com

               James Simatupang                              jsimatupang@apcs-pmw.com

Posted in HCV, Ecosystem, Forest Management, Sustainability
TOP