Berita

YONGKI IKHTIYANTO SEBAGAI MANAGING DIRECTOR APCS

November 12, 2017

PT Pandu Maha Wana, yang berbisnis sebagai Asia Pacific Consulting Solutions (APCS), penyedia jasa konsultansi di Indonesia dan Negara-negara di kawasan Asia Pasifik bagi mereka yang menginginkan dan berkomitmen untuk mengubah pengelolaan sumber daya alam mereka untuk mencapai keseimbangan lingkungan-sosial-ekonomi yang lebih tinggi yaitu melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. APCS didirikan pada tahun 2010, dengan kantor pusat di Canggu, Bali dan kantor cabang yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Kami ahli di bidang ini dengan pengalaman gabungan lebih dari 50 tahun di bidang kehutanan, pertanian, pengendalian kebakaran, pertambangan terbuka, tata guna lahan, pengelolaan sumber daya alam, verifikasi dan sertifikasi keberlanjutan dan manajemen bisnis. Spesialisasi utama kami adalah menyediakan jasa konsultasi di bidang kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam; dan kami juga ahli dalam sustainable practices, pelatihan dan pengembangan kapasitas, manajemen bisnis, keuangan dan akuntansi. Kami menggunakan pengetahuan, keahlian, semangat dan minat kami untuk memastikan bahwa kami senantiasa memberikan layanan konsultansi terbaik yang dapat kami berikan kepada klien kami. Di APCS, kami mengutamakan  bekerja dengan klien kami untuk menemukan solusi terbaik dan mencapai hasil yang diinginkan klien kami, sambil mempertahankan sebanyak mungkin sistem internal mereka saat ini.

APCS yang saat ini terus memberikan kualitas layanan konsultansi terbaik kepada klien serta menciptakan inovasi-inovasi untuk membantu terciptanya pendayagunaan hasil hutan yang seimbang, dengan sukacita menyambut salah satu pendiri sekaligus Direktur Utama APCS dari tahun 2010 – 2012; Yongki Ikhtiyanto untuk bergabung kembali dalam perusahaan sebagai Managing Director.

Yongki telah berkecimpung dalam pengembangan bisnis dan supply chain industri hasil hutan selama 15 tahun; mengawali karirnya dengan sebuah perusahaan konsultan kehutanan di Bogor di tahun 2002, kemudian bergabung dengan Rainforest Alliance (RA) sebagai Asia-Pasific Chain-of-Custody Coordinator. Tugasnya mengelola jasa layanan dan portofolio sertifikasi CoC di wilayah Asia Pasifik yang mencakup 24 negara yang berbeda di tahun 2005-2010, yang terdiri dari beragam jenis industri berbasis hasil hutan; pulp & paper, furniture, mouldings, windows & doors, panels & board, house & constructions, percetakan & pengepakan, asesoris dan souvenir, flooring, pensil dan slat pensil, dan veneers. Dalam posisi tersebut Yongki berperan penting mengembangkan bisnis CoC di Asia Pasifik dengan empat kali lipat pertumbuhan portofolio dalam 3 tahun, serta membangun infrastruktur dan jejaring kantor-kantor perwakilan RA di Asia Pasifik, termasuk menumbuhkembangkan dan mengelola auditor-auditor CoC yang berkualitas di wilayah Asia Pasifik. Ia merupakan Senior CoC Auditor dan Senior CoC Trainer terbaik di RA dengan pengetahuan mendalam dan pengalaman luas tentang persyaratan-persyaratan standar FSC CoC, FSC Controlled Wood, FSC Multi-sites/Group, Project Certification, serta standar penggunaan trademark.

Di tahun 2010, bersama Loy Jones, Yongki turut mendirikan Asia Pacific Consulting Solutions. Beberapa klien yang pernah ditangani pada awal pendirian APCS, diantaranya adalah; Scientific Certification Systems (SCS), WWF Indonesia Forest Trade Network, Suarga Villa & Resort, PT Xylo Indah Pratama (supplier AW Faber-Castell), Sitra Holdings (International) Limited, Unilever Global – Sustainability Department, Forest Stewardship Council (FSC), dan IKEA Trading Ltd.

Kemudian sejak 2012 hingga kini bergabung kembali dengan APCS, Ia berkarir sebagai tenaga ahli independen/konsultan di bidang project management, pengembangan sistem dan manajemen sistem informasi, pemenuhan standar sertifikasi kehutanan dan standar industri berbasis hasil hutan tingkat nasional maupun internasional, legalitas sumber kayu, manajemen rantai pasokan dan pengelolaan sumber pasokan yang bertanggung jawab.  Yongki juga adalah seorang auditor independen untuk sertifikasi FSC CoC dan CW, ISO Quality Management System, dan RSPO Supply Chain Certification System. Beberapa organisasi yang ditanganinya, antara lain; Indufor Asia Pacific Ltd., APRIL, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ASMINDO, Japan International Corporation Agency, United Kingdom Climate Change Unit, dan WWF Indonesia.

Dengan kembali aktifnya beliau dalam Manajemen APCS maka diharapkan pencapaian memuaskan yang selama ini telah diraih dapat semakin meningkat serta dapat memperluas jaringan klien APCS yang ingin mendapatkan manfaat maksimal dari perwujudan keseimbangan lingkungan-sosial-ekonomi dalam pengelolaan hutan dan sumberdaya alam.

Selamat Datang kembali, Yongki.

Posted in
TOP